SETENGAH JALAN

 

Es Es - Ikon Blog

Beberapa hal dibiarkan tetap setengah jalan lebih lama dari yang diperlukan. Bukan karena tidak bisa diselesaikan, tapi karena selalu terasa ada bagian yang terlewatkan. Sebuah kalimat yang berhenti sebelum titik, keputusan yang ditahan beberapa detik terlalu lama, atau langkah yang urung diambil meski arahnya sudah kelihatan.

Dalam keadaan seperti itu, waktu tetap bergerak tanpa banyak tanda. Hari-hari terisi, percakapan terjadi, rencana sempat disebut lalu dilewati. Tidak ada yang benar-benar berhenti, tapi tidak banyak yang benar-benar selesai. Semuanya berjalan cukup jauh untuk terasa nyata, tapi tidak cukup jauh untuk meninggalkan bentuk yang bisa dikenali.

Pernah ada satu percakapan yang berhenti di tengah, bukan karena tidak ada yang ingin dikatakan, tapi karena jedanya terasa terlalu panjang untuk dilanjutkan. Beberapa waktu kemudian, topiknya sudah terasa asing, seperti milik orang lain yang kebetulan pernah singgah. Tidak ada yang benar-benar selesai, hanya kehilangan tempat untuk kembali.

Aku mulai menyadari bahwa yang berubah bukan hanya hal-hal yang tertunda, tapi akibatnya. Beberapa percakapan tidak pernah kembali ke topik semula. Beberapa kesempatan tidak hilang sekaligus, hanya bergeser sedikit demi sedikit sampai tidak lagi berada di tempat yang sama. Tidak ada momen kehilangan yang jelas—hanya pergeseran kecil yang tidak terasa penting saat itu.

Ada kecenderungan untuk menganggap semuanya masih bisa dilanjutkan kapan saja. Seolah-olah setiap hal yang ditinggalkan sebentar akan tetap menunggu di tempat yang sama. Tapi yang sering terjadi justru sebaliknya: yang tidak disentuh perlahan menutup dirinya sendiri, tanpa perlu keputusan untuk mengakhirinya.

Aku pernah berpikir bahwa menahan diri adalah cara untuk menjaga kemungkinan tetap terbuka. Tapi semakin lama ditahan, kemungkinan itu justru memilih jalannya sendiri. Bukan hilang, hanya tidak lagi bisa dimasuki dengan cara yang sama.

Pada titik tertentu, keinginan untuk menyelesaikan semuanya datang bersamaan. Menutup yang belum selesai, kembali ke percakapan yang tertunda, mengambil langkah yang dulu sempat dipikirkan. Tapi waktu tidak menyimpan semuanya dalam keadaan utuh. Beberapa hal masih ada, tapi tidak lagi menunggu.

 

back ------- next


Posting Komentar

0 Komentar