Beberapa hal dibiarkan tetap setengah jalan lebih lama dari yang diperlukan. Bukan karena tidak bisa diselesaikan, tapi karena selalu terasa ada
bagian yang terlewatkan. Sebuah kalimat yang berhenti sebelum titik, keputusan
yang ditahan beberapa detik terlalu lama, atau langkah yang urung diambil meski
arahnya sudah kelihatan.
Dalam keadaan seperti itu, waktu tetap bergerak tanpa banyak tanda.
Hari-hari terisi, percakapan terjadi, rencana sempat disebut lalu dilewati.
Tidak ada yang benar-benar berhenti, tapi tidak banyak yang benar-benar
selesai. Semuanya berjalan cukup jauh untuk terasa nyata, tapi tidak cukup jauh
untuk meninggalkan bentuk yang bisa dikenali.
Pernah ada satu percakapan yang berhenti di tengah, bukan karena tidak ada
yang ingin dikatakan, tapi karena jedanya terasa terlalu panjang untuk
dilanjutkan. Beberapa waktu kemudian, topiknya sudah terasa asing, seperti
milik orang lain yang kebetulan pernah singgah. Tidak ada yang benar-benar
selesai, hanya kehilangan tempat untuk kembali.
Aku mulai menyadari bahwa yang berubah bukan hanya hal-hal yang tertunda,
tapi akibatnya. Beberapa percakapan tidak pernah kembali ke topik semula.
Beberapa kesempatan tidak hilang sekaligus, hanya bergeser sedikit demi sedikit
sampai tidak lagi berada di tempat yang sama. Tidak ada momen kehilangan yang
jelas—hanya pergeseran kecil yang tidak terasa penting saat itu.
Ada kecenderungan untuk menganggap semuanya masih bisa dilanjutkan kapan
saja. Seolah-olah setiap hal yang ditinggalkan sebentar akan tetap menunggu di
tempat yang sama. Tapi yang sering terjadi justru sebaliknya: yang tidak
disentuh perlahan menutup dirinya sendiri, tanpa perlu keputusan untuk
mengakhirinya.
Aku pernah berpikir bahwa menahan diri adalah cara untuk menjaga kemungkinan
tetap terbuka. Tapi semakin lama ditahan, kemungkinan itu justru memilih
jalannya sendiri. Bukan hilang, hanya tidak lagi bisa dimasuki dengan cara yang
sama.
Pada titik tertentu, keinginan untuk menyelesaikan semuanya datang
bersamaan. Menutup yang belum selesai, kembali ke percakapan yang tertunda,
mengambil langkah yang dulu sempat dipikirkan. Tapi waktu tidak menyimpan
semuanya dalam keadaan utuh. Beberapa hal masih ada, tapi tidak lagi menunggu.

0 Komentar