MASUK KE ANTREAN

 

Es Es - Ikon Blog

Barisan itu tidak pernah benar-benar dimulai, tapi juga tidak terlihat akan selesai. Orang-orang berdiri menghadap satu arah dengan keseriusan yang cukup meyakinkan untuk tidak dipertanyakan. Tidak ada papan penjelasan, tidak ada suara yang memanggil, hanya gerak maju yang sesekali terjadi, cukup untuk membuat semuanya terasa sah.

Aku tidak ingat sejak kapan berada di dalamnya. Awalnya hanya berhenti sebentar, memastikan ini antre apa. Jadi aku berdiri sedikit lebih lama, lalu tanpa terasa, posisiku sudah berada di antara orang-orang yang tampak tahu apa yang sedang mereka tunggu.

Sesekali ada dorongan kecil untuk bertanya. Tapi setiap kali melihat ke depan, wajah-wajah itu terlalu tenang untuk diganggu. Seolah-olah pertanyaan seperti itu sudah pernah diajukan, dan jawabannya tidak cukup penting untuk diingat. Aku akhirnya memilih diam, karena diam di sini terasa seperti bentuk pengertian.

Antrean terus bergerak. Gerakannya tidak konsisten. Kadang maju beberapa langkah, kadang lama sekali tidak berubah. Tapi justru itu yang membuatnya sulit ditinggalkan. Setiap kali terpikir untuk keluar, barisan ini bergerak sedikit, seakan memberi isyarat bahwa sesuatu memang sedang terjadi, hanya belum terlihat dari posisi sekarang.

Aku mulai menyesuaikan diri. Berdiri dengan cara yang sama, melihat ke arah yang sama, bahkan sesekali mengangguk kecil ketika orang di depan bergerak, seolah-olah tahu ini bagian dari proses. Padahal tidak ada yang pernah benar-benar dijelaskan.

Ada perasaan yang pelan-pelan muncul: sayang kalau keluar sekarang. Bukan karena sudah dekat dengan tujuan—tujuannya sendiri tidak pernah jelas—tapi karena sudah cukup lama berada di dalamnya. Memilih keluar barisan berarti mengakui bahwa selama ini berdiri tanpa alasan yang pasti, dan itu terasa lebih berat daripada tetap menunggu sesuatu yang belum tentu ada.

Aku sempat mencoba melihat ke belakang. Barisannya semakin memanjang. Orang-orang baru terus berdatangan, mengambil posisi tanpa banyak bertanya, lalu menyesuaikan diri seperti yang lain. Dari jauh, semuanya terlihat rapi, hampir seperti sistem yang sudah berjalan lama.

Di titik tertentu, arah depan tidak lagi terasa penting. Berdiri di tempat yang tepat, pada jarak yang wajar, dengan sikap yang tidak mencolok, sudah cukup. Aku tidak benar-benar tahu apa yang akan terjadi nanti, tapi keluar barisan sekarang justru terasa seperti keputusan yang terlalu besar untuk sesuatu yang sejak awal tidak pernah benar-benar jelas.

 

back ---------- next


Posting Komentar

0 Komentar