Barisan itu tidak pernah benar-benar dimulai, tapi juga tidak terlihat akan
selesai. Orang-orang berdiri menghadap satu arah dengan keseriusan yang cukup
meyakinkan untuk tidak dipertanyakan. Tidak ada papan penjelasan, tidak ada
suara yang memanggil, hanya gerak maju yang sesekali terjadi, cukup untuk
membuat semuanya terasa sah.
Aku tidak ingat sejak kapan berada di dalamnya. Awalnya hanya berhenti
sebentar, memastikan ini antre apa. Jadi aku berdiri sedikit lebih lama, lalu
tanpa terasa, posisiku sudah berada di antara orang-orang yang tampak tahu apa
yang sedang mereka tunggu.
Sesekali ada dorongan kecil untuk bertanya. Tapi setiap kali melihat ke
depan, wajah-wajah itu terlalu tenang untuk diganggu. Seolah-olah pertanyaan
seperti itu sudah pernah diajukan, dan jawabannya tidak cukup penting untuk
diingat. Aku akhirnya memilih diam, karena diam di sini terasa seperti bentuk
pengertian.
Antrean terus bergerak. Gerakannya tidak konsisten. Kadang maju beberapa
langkah, kadang lama sekali tidak berubah. Tapi justru itu yang membuatnya
sulit ditinggalkan. Setiap kali terpikir untuk keluar, barisan ini bergerak
sedikit, seakan memberi isyarat bahwa sesuatu memang sedang terjadi, hanya
belum terlihat dari posisi sekarang.
Aku mulai menyesuaikan diri. Berdiri dengan cara yang sama, melihat ke arah
yang sama, bahkan sesekali mengangguk kecil ketika orang di depan bergerak,
seolah-olah tahu ini bagian dari proses. Padahal tidak ada yang pernah
benar-benar dijelaskan.
Ada perasaan yang pelan-pelan muncul: sayang kalau keluar sekarang. Bukan
karena sudah dekat dengan tujuan—tujuannya sendiri tidak pernah jelas—tapi
karena sudah cukup lama berada di dalamnya. Memilih keluar barisan berarti
mengakui bahwa selama ini berdiri tanpa alasan yang pasti, dan itu terasa lebih
berat daripada tetap menunggu sesuatu yang belum tentu ada.
Aku sempat mencoba melihat ke belakang. Barisannya semakin memanjang.
Orang-orang baru terus berdatangan, mengambil posisi tanpa banyak bertanya,
lalu menyesuaikan diri seperti yang lain. Dari jauh, semuanya terlihat rapi,
hampir seperti sistem yang sudah berjalan lama.
Di titik tertentu, arah depan tidak lagi terasa penting. Berdiri di tempat
yang tepat, pada jarak yang wajar, dengan sikap yang tidak mencolok, sudah
cukup. Aku tidak benar-benar tahu apa yang akan terjadi nanti, tapi keluar
barisan sekarang justru terasa seperti keputusan yang terlalu besar untuk
sesuatu yang sejak awal tidak pernah benar-benar jelas.

0 Komentar