JANGAN MENGATAKAN JANGAN

Es Es - Ikon Blog

Orang-orang mengenalnya sebagai Motivator Spesialis Pemerhati Anak Nasional. Dalam setiap kesempatan, ia mengatakan bahwa jangan mengatakan jangan kepada anak kecil. Menurutnya, larangan hanya akan membuat anak tumbuh dengan rasa takut, kehilangan keberanian mencoba, dan menganggap dunia sebagai kumpulan hal yang tidak boleh disentuh. Anak-anak, katanya, membutuhkan kebebasan untuk mengenal kehidupan, sementara orang dewasa cukup mendampingi agar mereka tidak tersesat terlalu jauh.

Nasihat itu disampaikannya dengan wajah serius, seolah-olah ia baru saja menemukan cara memperbaiki dunia yang selama ini rusak hanya karena satu kata.

Orang-orang mengangguk. Sebagian mengagumi pemikirannya, sebagian lagi mungkin sedang memikirkan hal lain, tetapi memilih mengangguk karena itu lebih mudah daripada berdebat.

Suatu sore, motivator itu bertamu ke rumah seorang kawan. Sambil berbincang tentang kehidupan dan pola asuh anak, ia menumpang mengecas HP-nya di dekat sofa. Di meja tersedia beberapa potong kue. Si balita empunya rumah mengambil satu, memakannya dengan lahap, lalu mengusap tangan yang berminyak ke bajunya sendiri.

“Jangan!” spontan orang tuanya berseru.

Motivator itu segera mengangkat telunjuk.

“Nah, ini contoh yang harus kita hindari. Jangan mengatakan jangan kepada anak. Kita harus memberikan pemahaman, bukan sekadar larangan.”

Orang tua itu mengangguk. Mungkin ia sedang belajar, mungkin juga sedang berusaha memahami bagaimana membersihkan baju anak tanpa menggunakan kata yang baru saja dinyatakan terlarang.

Percakapan berlanjut. Motivator itu kembali menjelaskan pentingnya kebebasan, keberanian mencoba, dan lingkungan yang tidak membatasi perkembangan anak. Sesekali ia mengangguk sendiri, seolah-olah sedang menjadi saksi atas kebenaran ucapannya.

Beberapa menit kemudian, si balita melihat HP yang sedang dicas. Ia mencabut kabelnya, mengangkat benda itu dengan kedua tangan, lalu mengayunkannya seperti hendak membanting.

Sang motivator terkaget-kaget.

“JANGAN!”


back ------- next

 

Posting Komentar

0 Komentar