Ikuti saja arus terdengar seperti nasihat yang selesai
dipikirkan. Ringan, renyah, dan mudah dibawa ke mana-mana. Kalimat itu biasanya
datang dengan wajah tenang, seperti seseorang yang baru berdamai dengan hidup
dan ingin membagikan resepnya secara cuma-cuma. Tidak perlu melawan. Tidak
perlu memaksa. Tidak perlu keras kepala. Ikuti saja arus.
Aku menyukai kalimat itu. Setidaknya sampai aku mulai
memperhatikan bagaimana nasihat itu diperlakukan setelah semuanya selesai.
Ada sesuatu yang aneh pada arus. Ia sering dipuji untuk
hal-hal yang bahkan tidak ia lakukan. Ketika seseorang tiba di tempat yang
baik, kita berkata ia pandai mengikuti arus. Kalimat itu terdengar dewasa.
Terdengar seperti kemampuan membaca keadaan. Seolah ada kebijaksanaan tertentu
dalam membiarkan diri dibawa ke arah yang tepat.
Tapi ketika cerita berakhir buruk, arus yang sama tiba-tiba
terdengar meragukan. Orang mulai berkata terlalu ikut arus, tidak punya
pendirian, tidak tahu ke mana sedang dibawa. Padahal yang berubah mungkin bukan
arusnya. Yang berubah hanya akhir ceritanya.
Aku mulai curiga bahwa sebagian nasihat lahir
belakangan. Ia datang setelah hasilnya diketahui, lalu berjalan mundur mencari
alasan. Seperti orang yang melihat panah sudah menancap di papan sasaran, lalu
sibuk menggambar lingkaran di sekelilingnya.
Mungkin itu sebabnya banyak keputusan masa lalu terlihat
lebih jelas daripada saat dijalani. Dari seberang lautan, semuanya tampak
memiliki pola. Ada pelajaran. Ada makna. Ada pesan yang bisa diringkas menjadi
satu kalimat pendek. Padahal saat berada di dalamnya, yang ada hanya tebakan
yang sedikit lebih rapi dari kebingungan.
Aku tidak sedang membela arus. Terlebih, aku bukan
pengacaranya. Aku hanya mulai kesulitan membedakan mana keputusan yang memang
bijak dan mana keputusan yang kebetulan berakhir baik. Keduanya sering memakai
pakaian yang sama ketika dilihat dari belakang.
Bukan karena salah. Justru karena terdengar terlalu
benar. Terlalu mulus. Seolah arus selalu tahu ke mana ia pergi, sementara
orang-orang yang berada di dalamnya tinggal menurut. Padahal aku belum pernah
melihat arus menjelaskan dirinya sendiri. Yang kulihat hanya manusia yang
selamat lalu bercerita tentangnya.
Dan seperti semua cerita yang diceritakan setelah selesai, aku tidak pernah
benar-benar tahu bagian mana yang berasal dari perjalanan, dan bagian mana yang
ditambahkan agar semuanya terdengar masuk akal.

0 Komentar