IKUTI SAJA ARUSNYA

 

Es Es - Ikon Blog

Ikuti saja arus terdengar seperti nasihat yang selesai dipikirkan. Ringan, renyah, dan mudah dibawa ke mana-mana. Kalimat itu biasanya datang dengan wajah tenang, seperti seseorang yang baru berdamai dengan hidup dan ingin membagikan resepnya secara cuma-cuma. Tidak perlu melawan. Tidak perlu memaksa. Tidak perlu keras kepala. Ikuti saja arus.

Aku menyukai kalimat itu. Setidaknya sampai aku mulai memperhatikan bagaimana nasihat itu diperlakukan setelah semuanya selesai.

Ada sesuatu yang aneh pada arus. Ia sering dipuji untuk hal-hal yang bahkan tidak ia lakukan. Ketika seseorang tiba di tempat yang baik, kita berkata ia pandai mengikuti arus. Kalimat itu terdengar dewasa. Terdengar seperti kemampuan membaca keadaan. Seolah ada kebijaksanaan tertentu dalam membiarkan diri dibawa ke arah yang tepat.

Tapi ketika cerita berakhir buruk, arus yang sama tiba-tiba terdengar meragukan. Orang mulai berkata terlalu ikut arus, tidak punya pendirian, tidak tahu ke mana sedang dibawa. Padahal yang berubah mungkin bukan arusnya. Yang berubah hanya akhir ceritanya.

Aku mulai curiga bahwa sebagian nasihat lahir belakangan. Ia datang setelah hasilnya diketahui, lalu berjalan mundur mencari alasan. Seperti orang yang melihat panah sudah menancap di papan sasaran, lalu sibuk menggambar lingkaran di sekelilingnya.

Mungkin itu sebabnya banyak keputusan masa lalu terlihat lebih jelas daripada saat dijalani. Dari seberang lautan, semuanya tampak memiliki pola. Ada pelajaran. Ada makna. Ada pesan yang bisa diringkas menjadi satu kalimat pendek. Padahal saat berada di dalamnya, yang ada hanya tebakan yang sedikit lebih rapi dari kebingungan.

Aku tidak sedang membela arus. Terlebih, aku bukan pengacaranya. Aku hanya mulai kesulitan membedakan mana keputusan yang memang bijak dan mana keputusan yang kebetulan berakhir baik. Keduanya sering memakai pakaian yang sama ketika dilihat dari belakang.

Bukan karena salah. Justru karena terdengar terlalu benar. Terlalu mulus. Seolah arus selalu tahu ke mana ia pergi, sementara orang-orang yang berada di dalamnya tinggal menurut. Padahal aku belum pernah melihat arus menjelaskan dirinya sendiri. Yang kulihat hanya manusia yang selamat lalu bercerita tentangnya.

Dan seperti semua cerita yang diceritakan setelah selesai, aku tidak pernah benar-benar tahu bagian mana yang berasal dari perjalanan, dan bagian mana yang ditambahkan agar semuanya terdengar masuk akal.


back ------------ next

Posting Komentar

0 Komentar