SEJAUH INI

 

Es Es - Ikon Blog

Menerima kekurangan sering terdengar seperti langkah yang selesai lebih cepat dari seharusnya. Seperti merapikan meja yang berantakan dengan memindahkan semuanya ke satu sisi, lalu menyebutnya tertata. Tidak ada yang benar-benar hilang, hanya dipindahkan ke tempat yang tidak terlalu terlihat.

Awalnya terasa ringan. Tidak perlu lagi memaksa diri jadi versi yang lebih rapi. Tidak perlu terus membandingkan dengan bentuk ideal yang selalu terasa sedikit di luar jangkauan. Seperti memakai baju yang sedikit longgar: tidak pas, tapi cukup nyaman untuk tidak dipermasalahkan.

Aku pun mulai terbiasa dengan kalimat-kalimat yang menenangkan. Bahwa tidak semua hal harus diperbaiki. Bahwa tidak semua sisi perlu diasah. Kalimat-kalimat itu bekerja dengan baik, seperti obat yang tidak menyembuhkan tapi cukup meredakan. Pelan-pelan, dorongan untuk mengubah sesuatu mulai berkurang, bukan karena sudah selesai, tapi karena sudah tidak terasa mendesak.

Di beberapa kesempatan, keputusan untuk berhenti mencoba terasa masuk akal. Seperti berhenti memperbaiki kursi yang sudah lama goyah, lalu menyesuaikan cara duduk agar tidak terlalu terasa miring. Masalahnya tidak hilang, hanya dipelajari cara menghindarinya. Dan selama tidak terlalu mengganggu, itu dianggap cukup.

Aku mulai mengenali pola kecil itu. Bagian-bagian yang dulu ingin disentuh, diperbaiki, atau setidaknya dipahami, perlahan dibiarkan begitu saja. Bukan karena sudah selesai, tapi karena sudah diterima. Ada rasa tenang yang datang, tapi tenang yang tidak benar-benar bertanya apakah semuanya memang sudah pada tempatnya.

Pelan-pelan, arah mulai bergeser tanpa terasa. Bukan perubahan yang besar, hanya selisih kecil yang dibiarkan berulang. Seperti berjalan sedikit miring dari garis lurus, lalu terus melangkah tanpa merasa perlu kembali. Selama langkahnya masih terasa stabil, arah tidak terlalu dipikirkan.

Aku sempat berhenti sebentar, bukan untuk memperbaiki arah, hanya untuk memastikan semuanya masih terasa wajar. Langkahnya masih sama, ritmenya tidak berubah, dan tidak ada yang benar-benar mengganggu.

Lalu entah bagaimana, datang jeda kecil yang tidak direncanakan. Bukan karena sesuatu terjadi, tapi karena tiba-tiba terasa ada yang tidak bisa dijelaskan. Seperti sedang berdiri di tempat yang seharusnya dikenal, tapi tidak benar-benar terasa akrab.

Sebentar!

Ini sebenarnya sedang di mana?


back ------- next

Posting Komentar

0 Komentar